Line Info :
05-02-2014 06:06:31 | Umum : Pelatihan website www.bpbd.tegalkab.go.id __ 05-02-2014 05:42:36 | Umum : rotasi staf bpbd __ 05-02-2014 05:33:16 | Umum : Wakil Bupati Tinjau Cadangan Beras Pemerintah __ 05-02-2014 05:26:25 | Umum : DIHIMBAU NELAYAN TIDAK MELAUT __ 12-06-2013 09:38:51 | Bencana Nasional : WASPADAI ANCAMAN BENCANA HIDROMETEOROLOGI SELAMA MUSIM KEMARAU 2013 __ 12-06-2013 09:31:27 | Bencana Nasional : MENDEKATI PERTENGAHAN TAHUN 2013, WILAYAH NUSANTARA MASIH DIBAYANGI OLEH BANJIR, PUTING BELIUNG, DAN TANAH LONGSOR __ 12-06-2013 09:22:04 | Banjir : Hujan Lebat di beberapa wilayah __ 12-06-2013 09:14:55 | Bencana Nasional : GEMPA 5,3 SR TERASA KUAT MENGGUNCANG PESISIR SELATAN __ 12-06-2013 09:09:19 | Angin Kencang : PUTING BELIUNG KEMBALI TERJANG KARAWANG __

Antisipasi Kerusakan Angin Puting Beliung

15-06-2013 | BENCANA | Admin BPBD KAB. TEGAL

Belajar dari Kerusakan untuk Antisipasi Kerusakan di Masa Depan

Puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit. Orang awam menyebut angin puting beliung adalah angin Leysus, di daerah Sumatera disebut Angin Bohorok dan masih ada sebutan lainnya. Angin jenis ini yang ada di Amerika yaitu Tornado mempunyai kecepatan sampai 320 km/jam dan berdiameter 500 meter. Angin puting beliung sering terjadi pada siang hari atau sore hari pada musim pacaroba. Angin ini dapat menghancurkan apa saja yang diterjangnya, karena dengan pusarannya benda yang terlewati terangkat dan terlempar.

Kenapa angin puting beliung ini masih menjadi bencana? Padahal kejadian ini sudah berulang ribuan kali di Indoneisa. Hal ini terjadi karena sebagian besar masyarakat kita (termasuk penyelanggara negara)  masih menganggap pohon tumbang itu sebagai takdir, sudah kehendak Allah. Oleh karena itu kita tidak tidak melakukan upaya upaya untuk  antisisipasi, padahal dengan melihat, merangkai dan meneliti dari berbagai kejadian bencana yang diakibatkan angin ini maka kita bisa melakukan pencegahan dan mitigasi untuk mengurangi risiko bencana angin puting beliung.. Sampai saat ini, kapan terjadinya angin ini sulit diprediksi , kita hanya bisa melihat tanda tanda yang khas akan terjadinya angin puting beliung, seperti adanya awan cumulus nimbus berwarna gelap, diikuti angin dingin, ada angin berputar (lesus) dan ada angin yang menjulur ke bawah. Oleh karenanya sementara ini angin dianggap given, kalau di suatu daerah, pernah dilewati angin kencang maka kita harus mengantisipasi angin yang sama di musim berikutnya. Cara berfikirnya kita balik, kita pelajari dampak untuk antisipasi angin kencang berikutnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total kerusakan yang terjadi meliputi 26 rumah roboh, 33 rumah rusak berat, 23 rumah rusak sedang dan 333 rumah rusak ringan Kalau ditarik ke belakang maka sejak tahun 2002, puting beliung merupakan bencana yang terus meningkatnya magnitud dan korbanya. Berita terakhir Kamis (10/1/2013) pukul 14.30 – 15.30 WIB angin kencang yang terjadi di Jakarta telah menyebabkan puluhan pohon tumbang. Tercatat 81 pohon tumbang, 3 rumah rusak, 5 papan reklame roboh, 1 atap jembatan penyeberangan, dan 9 mobil rusak tertimpa pohon tumbang. Menurut BMKG, angin kencang masih berpotensi terjadi.

Saat ini banyak angin dan banyak pohon tumbang karenanya, nah mestinya kita bisa belajar dari pohon tumbang tersebut mengingat tidak semua pohon roboh. Pada pihak yang berwenang  bisa langsung memeriksa pohon yg tumbang, jenis pohon apa yang tumbang?, apakah waktu nanam berupa bibit/stek? apakah sudah tua? Apakah sudah keropos? Apakah sudah dimakan rayap? Apakah sudah terbakar? Apakah terlalu besar batangnya? Apakah terlalu besar kanopinya? dst. Ini juga kesempatan membuat data base pohon pohon yang ada.

Hasil pemerikasaan ini bisa dipakai untuk menilai pohon pohon yang ada di sekitarnya, kalau menunjukkan tanda tanda tersebut segera saja ditebang dan diganti yang baru, jangan sampai dirobohkan oleh angin yang akan menimbulkan kerusakan dan korban. Perlu diingat bahwa pohon itu ORGANISME sama seperti manusia yaitu mengalami penuaan dan pengeroposan,  kalau menanam pohon di pinggir jalan/taman/kantor/tempat tempat yang ada aktivitasnya  harus bertanggung jawab merawat dan memelihara.

Ini juga berlaku untuk bangunan tegakkan seperti papan reklame, bando, antena tv, bahkan atap spbu dll.

sumber :

Dr. Amien Widodo  (Pusat Studi Kebumian Bencana dan Perubahan Iklim ITS Surabaya)

 
Artikel terkait

Kepala BPBD Kab.Tegal


Profile

Siaga Bencana

Agenda BPBD

Tanggal
Waktu
Agenda

Bank Data

Pengunjung

User Online
Total

Link Terkait