Asesmen Kejadian Tanah Bergerak di Desa Sumbaga, Kecamatan Bumijawa.

Asesmen Kejadian Tanah Bergerak di Desa Sumbaga, Kecamatan Bumijawa.
Slawi, 18 Juni 2025 - Asesmen Kejadian Tanah Bergerak di Desa Sumbaga, Kecamatan Bumijawa.
Kejadian tanah bergerak di Desa Sumbaga berlangsung secara bertahap selama satu minggu dengan puncak pergerakan tanah terjadi pada Rabu, 18 Juni 2025 pukul 11.00 WIB.
* Sabtu–Minggu, 14–15 Juni 2025: Terjadi percepatan pergerakan tanah yang mulai berdampak pada jaringan infrastruktur bawah tanah.
* Senin, 16 Juni 2025: Awal kerusakan terdeteksi pada jalur pipa PDAB dan PDAM, serta kompleks pemakaman mulai mengalami amblesan sedalam ±4 meter.
* Selasa, 17 Juni 2025: Pipa air kembali mengalami kerusakan di titik berbeda, dan area pemakaman kembali turun.
* Rabu, 18 Juni 2025: Puncak kejadian terjadi pukul 11.00 WIB, di mana pergerakan tanah menyebabkan kerusakan berat pada jaringan pipa dan struktur lahan pemakaman.
Dengan Tim Asesmen Lapangan dari BPBD Kabupaten Tegal, Dinas PUPR Kabupaten Tegal, Kecamatan Bumijawa, Koramil Bumijawa, Polsek Bumijawa, Pemerintah Desa Sumbaga, PDAM Kota Tegal, Satpol PP, Bagian Prokompim serta Setda Kabupaten Tegal, turun ketempat kejadian.
Meskipun dampak dari bencana tersebut tidak ada korban Jiwa tetapi kerusakan yang diakibatkan seperti Terputusnya beberapa jalur pipa air milik PDAB Tirta Utama Unit Bregas Jawa Tengah, Terputusnya beberapa jalur pipa air milik PDAM Tirta Bahari Kota Tegal, dan kekitar 80% area kompleks pemakaman Desa Sumbaga yang mengalami longsor tidak dapat difungsikan kembali.
Upaya saat ini dengan pemasangan garis pembatas (police line) di area rawan longsor untuk mencegah aktivitas warga di lokasi berbahaya. Koordinasi dengan PLN untuk melakukan asesmen dan penanganan terhadap posisi tiang listrik yang berada dekat zona terdampak. Perbaikan pipa telah dilakukan oleh dua instansi pemilik jaringan, yaitu: PDAB Tirta Utama Unit Bregas Jawa Tengah dan PDAM Tirta Bahari Kota Tegal. Sosialisasi awal kepada masyarakat untuk menghindari lokasi longsoran serta mengarahkan aktivitas ziarah ke tempat yang lebih aman.
Hasil asesmen pada tanah bergerak ini untuk Kondisi Geoteknik: Ketebalan tanah topsoil di area terdampak diperkirakan mencapai ±4 meter, dengan karakteristik tanah jenuh air dan mudah bergeser. Pola gerakan tanah bersifat progresif (slow-moving landslide), yang dipicu oleh tanah dengan kondisi jenuh serta curah hujan. Kondisi Fisik: Jarak antara pemakaman dan ruas jalan utama antara 10–20 meter. Akses jalan pemakaman di dekat lokasi longsor mengalami pergeseran lateral sejauh ±20 meter dari posisi semula. Kompleks pemakaman menunjukkan penurunan permukaan tanah yang signifikan dan tidak layak lagi untuk digunakan. Keberadaan tiang listrik milik PLN di sekitar area longsor perlu penanganan khusus agar tidak roboh saat terjadi pergerakan susulan. Dampak Sosial: Aktivitas doa dan ziarah masyarakat terganggu karena akses ke lokasi pemakaman tidak aman. Kekhawatiran masyarakat meningkat seiring kondisi makam yang rusak dan tidak lagi dapat dikenali atau dijangkau.
Arahan dari bupati tegal untuk melakukan Pemetaan ulang kondisi jalan di sekitar area terdampak agar dapat dipastikan apakah terdapat potensi ancaman terhadap infrastruktur. Pemerintah Desa dan Kecamatan diminta untuk menyiapkan alternatif lahan pengganti kompleks pemakaman yang terdampak guna menghindari keresahan masyarakat. Percepatan koordinasi teknis antar OPD terkait, terutama dengan pihak PDAB dan PDAM, agar proses perbaikan pipa dapat diselesaikan secara tuntas. Komunikasi telah dilakukan oleh Bupati kepada Walikota Tegal terkait keterlibatan PDAM Kota Tegal dalam memberikan kontribusi penanganan dampak bencana. Masyarakat diminta tetap waspada, menghindari area longsor, dan mengikuti arahan dari Pemerintah Desa dan BPBD.
Rencana terdekat pada kejadian ini dalam waktu dekat, akan dilakukan rapat koordinasi antar-OPD teknis dan instansi pendukung untuk menyusun strategi penanganan jangka pendek dan jangka panjang. BPBD bersama Dinas teknis akan melakukan kajian lebih lanjut untuk memetakan zona rawan dan potensi relokasi fasilitas umum terdampak. Pemerintah Desa diminta terus melakukan monitoring dan pelaporan berkala kepada pihak Kecamatan dan BPBD.
#salamtangguh #salamkemanusiaan #siapuntukselamat #tanggaptangkastangguh #kitajagaalamalamjagakita #bpbdasik #kabupatentegalsiapuntukselamat
Powered by Froala Editor
Diupload :
Oleh : Admin BPBD